Ketua Umum Serta Pendiri NGO KMPL Al Firman Sanjaya Sambut Baik Acara FORKOPIMDA (Kongkow Bareng)

Lampung Timur- Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) Lampung Timur dengan tema aktualisasi nilai pancasila dalam meningkatkan partisipasi dan keberdayaan masyarakat di aula rumah dinas bupati. Rabu, 26 Agustus 2026.

Acara ini mengundang 170 Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Organisasi Masyarakat (Ormas) menjadi komitmen memperkuat sinergi dengan pimpinan daerah guna menjaga stabilitas sekaligus mendukung kontrol sosial dan keterbukaan informasi publik.

Sekretaris Daerah Lampung Timur Rustam Effendi, mewakili Bupati Ela Siti Nuryamah, menjelaskan Pancasila tidak boleh berhenti sebagai hafalan saat upacara. Nilainya harus diwujudkan dalam penyampaian aspirasi, penghormatan terhadap perbedaan, pengawasan pembangunan, dan penyelesaian masalah.

“Kalau Pancasila hanya pandai diucapkan tetapi gagap menghadapi kritik, tentu ada yang perlu dievaluasi” Ucapnya


Menurut Rustam, ormas dan LSM menjadi penyalur aspirasi masyarakat. Pemerintah pun dituntut terbuka terhadap kritik karena pembangunan yang hanya mendengar tepuk tangan akan sulit menemukan masalah.

Acara tersebut berlangsung lancar dari pembukaan acara sampai sesi tanya jawab serta penyampaian aspirasi masyarakat.

Turut hadir dalam acara Sekda Lampung Timur Dr. Rustam Effendi, Kepala Badan Kesbangpol, Kapolres Lampung Timur yang diwakili oleh Kasat intel, Dandim 0429/ Lampung Timur yang diwakili oleh Intel Kodim, Kajari Lampung Timur yang diwakili oleh Kasi intel.

Ketua umum sekaligus pendiri NON-Goverment Organization (NGO) Koalisi Masyarakat Peduli Lampung (KMPL) Al Firman Sanjaya menyambut dan mendukung dengan baik, menurutnya acara ini merupakan proses mewujudkan dan menerapkan prinsip dasar pancasila kedalam tindakan nyata.

“Kegiatan hari ini, yang produk dari Kesbangpol kabupaten Lampung Timur Itu cukup baik, dimana aktualisasi nilai nilai pancasila adalah proses mewujudkan dan menerapkan prinsip dasar pancasila kedalam tindakan nyata untuk meningkatkan daripada partisipasi dan pemberdayaan masyarakat, adapun strategi peningkatan partisipasi dan pemberdayaan ada 3 cara yaitu musyawarah dalam rakaian warga, budaya gotong royong, yang jelas itu melalui pendidikan dan pelatihan” Jelasnya.

Firman juga berharap semua kabupaten/kota juga melaksanakan, guna menambah wawasan Ormas dan LSM hingga bisa disampaikan lagi kemasyarakatan.

“Harapannya kalo bisa di semua ditingkatan kabupaten/kota itu dilaksanakan, karena disamping dari menambah wawasan daripada organisasi Ormas dan LSM yang untuk disampaikan kepada masyarakat, kalo bisa dilaksanakan setahun sekali, jadi penerapan itu bisa maksimal, karena pada saat ini nilai nilai pancasila sudah mulai terkikis dimasyarakat baik dari tingkat sekolah ataupun pada masyarakat umumnya”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *